Pages

Banner 468 x 60px

 

Senin, 12 Maret 2018

Ayahku Seorang Pembohong

0 komentar
Ayahku adalah ayah terhebat
Ayahku adalah seorang pekerja keras
Ayahku adalah ayah yang selalu memanjakanku
Ayahku adalah ayah yang mengajariku arti kehidupan
Ayahku adalah ayah yang baik hati, penyayang, dan selalu tersenyum
Ayahku ingin aku menjadi yang terbaik
Ayahku selalu buat aku semangat


Tapi ayahku adalah seorang pembohong..


Ayahku bohong tentang apa yang ayah rasakan
Ayahku bohong bahwa ayah tak lelah
Ayahku bohong bahwa ayah punya segalanya
Ayahku bohong tentang kebahagiaannya
Ayahku bohong terhadap aku dan adik-adikku
Ayahku ingin kami lebih baik darinya

Ayahku adalah super hiroku
Read more...

Senin, 05 Maret 2018

Jogjaku Istimewa

0 komentar
Jogjaku Istimewa

Hasil gambar untuk kota jogja

Jogja? Ya, Kota Jogja atau Kota Yogyakarta sudah tak asing lagi di telinga kita. Di sinilah kami berjuang bersama dalam menuntut ilmu, tepatnya di kampus tercinta UIN Sunan Kalijaga. Dewasa ini, tak sedikit para pelajar yang melanjutkan studi perguruan tingginya di Yogyakarta. Terdapat berbagai perguruan tinggi dan impian para alumni SMA dan atau sederajat, diantara lain adalah UIN Sunan Kalijaga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Negeri, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, dan masih banyak lagi. Maka, tak heran jika Jogja disebut juga Kota Pelajar. Nah, selain kota pelajar Jogja juga mempunyai banyak keistimewaan lho! Mau tau apa saja? Okede, penulis akan mengulas lebih jauh hal tersebut pada alinea selanjutnya. Baca sampai selesai ya...

Jogja atau Yogyakarta adalah ibu kandungku. Ya, di kota inilah saya lahir dan tumbuh dewasa. Jika kalian bertanya-tanya apa sih keistimewaan Jogja? Tentunya banyak bro! Kota yang pernah menjadi ibukota ini ternyata memiliki banyak tempat wisata yang keren  (tourism place) yang selalu penuh dengan pengunjung, baik orang Jogja maupun pendatang. Dari mulai wisata alam, kuliner, sampai tempat-tempat yang bersejarah. Seperti Parangtritis, Hutan Pinus, Kali Adem, Bukit Cendana, Taman Sari, Malioboro, Kalibiru, dan masih banyak lagi. Oya, kita juga dapat mengunjungi saudara kita yang ada di Kebun Bintang Gembiraloka. Sebagai kota pelajar Jogja pun memberi sarana dan prasarana yang lengkap agar para pelajar dapat langsung terjun sesuai dengan orientasi keilmuwan yang diminati. Tempat bersejarah, seperti Monumen Jogja Kembali, Taman Pintar, Benteng Vanden Berg, Candi Borobudur, Museum Dirgantara, dan masih banyak lagi. Penasaran kan? Ayo buruan kunjungi tempat-tempat tersebut. Dijamin dapat memberi kotribusi bagi kalian para pelajar yang kering dan haus akan sejarah. Tempat-tempat tersebut juga cocok untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga. Ga mau kan waktu kalian terbuang sia-sia? Seperti pribahasa, sambil menyelam minum air, sambil jalan-jalan mari kita mencari ilmu pengetahuan yang baru.

Untuk kalian yang suka kuliner, jogja ga kalah menarik lho! Selain rasanya yang bikin ketagihan, harganya juga terjaukau. Dari sekian banyak makanan khas Yogyakarta yang palig diminati adalah Gudheg dan Bakpia. Hmmm, siapa yang sudah pernah mencicipinya? Ya, tak lain dan tak bukan Bakpia adalah makanan yang diserbu hampir setiap wisatawan yang jalan-jalan di kota Jogja ini. Bakpia sangat cocok disantap dalam keadaan lapar maupun cemilan untuk menemani perjalanan Anda. Makanan ini dapat dengan mudah kita temukan di setiap sudut kota Jogja dan jangan khawatir, harganya juga nggak bikin kantong panik. Ada pula makanan lain seperti gethuk, tiwul, geplak, growolan, dan masih banyak lagi. Namanya memang aneh, tapi rasanya ga aneh dan bikin ketagihan lho! Apalagi orang-orang Jawa paling suka kalau ditambah dengan RASAh BAYAR (gratis). Siapa sih yang gak mau dapat makanan gratis? Sekian ulasan dari saya yang membahas tentang Kota Jogja ini. Semoga dapat bermanfaat dan dapat menjadi channel buat kalian yang bingung menghabiskan waktu liburannya
Read more...

Akulturasi Budaya Islam pada Masyarakat Ciamis

0 komentar


A.    Pendahuluan
Di era globalisasi ini, tantangan budaya lokal bukan hanya pelestariannya saja, melainkan harus dilakukan secara komprehensif. Adanya akulturasi keagamaan dalam sebuah budaya dan tradisi memberikan implikasi yang luar biasa pada masyarakat dalam sebuah lingkungan. Berbagai aspek kebudayaan dan aneka warna tradisi menjadikan tolak ukur dan sumbangsi kekayaan sumber daya manusia di Indonesia. Perbedaan suku, budaya, dan tradisi memberi corak dalam mempersatukan bangsa Indonesia, seperti semboyan yang mengatakan “Bhineka Tunggal Ika”. Dan betapa uniknya jika suatu budaya dan tradisi dipadukan dengan nilai spriritualnya, salah satunya adalah dengan agama Islam.
Masuknya agama Islam ke Indonesia tidak sekaligus, melainkan secara bertahap. Indonesia termasuk negara yang bersifat plural, seiring berkembangnya zaman kepercayaan mengenai teologi pun lebih dipertimbangkan secara rasional. Contohnya saja di daerah Jawa Barat, agama Islam hadir di tengah kepercayaan masyarakatnya yang masih beragama Hindu dan Budha. Islam adalah agama termuda jika dibangdingkan dengan agama Hindu, Budha, dan Kristen. Namun, seiring berkembangnya ajaran Islam, mayoritas penduduk di Jawa Barat yang memeluk agama Islam kini mencapai sekitar 97%. Akulturasi budaya dan tradisi pun sangat mempengaruhi masyarakat di Jawa Barat khususnya.
B.     Pembahasan
B.1. Penyebaran Islam di Jawa Barat
Islam datang ke Jawa Barat melalui dua pelabuhan utama yang kemudian berkembang menjadi dua kerajaan, yaitu Cirebon dan Banten yang mana kerajaan tersebut menyebarkan Islam menyebar ke Selatan hingga pedalaman Jawa Barat. Di daerah Banten, masyarakat Baduy masih menganut agama Hindu dan elemen- elemen asli Asia Tenggara. Keadaan masyarakat di daerah Sumedang pun belum dimsuki pengaruh Islam. Penduduk pedesaan di daerah tersebut umumnya beragama Islam dan masih mempunyai kepercayaan sinkretis dan ada yang menyebutnya “Traditional Muslim”. Gelombang reformasi Islam yang dipelopori oleh Muhammad Abduh dan Djamaluddin Al- Afghani di Mesir, lalu pada pada tahun 1912 berdirilah organisasi Muhammadiyah yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan. Kemudian pada tahun 1923 lahirlah Persatuan Islam (Persis), dari disinilah agama Islam mulai meyebar di penjuru Jawa Barat.[1]
Kepercayaan asli masyarakat Jawa Barat (orang sunda) sulit tuk diidentifisir, karena hanya ada beberapa faktor yang menyebabkan pengaruh Islam masuk ke Jawa Barat. Diantaranya adalah dalan legenda Prabu Siliwangi dan Lutung Kasarung. Terdapat pula suatu legenda yang mengisahkan tentang tumbuhnya padi, kelapa, enau, dan tanaman lainnya diatas makam putrid cantik dari Batara Dewa. Kisah ini sangat menarik masyarakat Jawa Barat dan dari sini diketahuilah adanya ajaran Islam yaitu penguburan mayat. Terlepas dari itu semua, Ahmad Surjadi menjelaskan bahwa belum ada formula yang tegas dalam kepercayaan orang Sunda.[2]
B.2. Beberapa Budaya dan Tradisi di Ciamis
Ciamis merupakan sebuah kabupaten yang terletk di provinsi Jawa Barat dan memiliki ibu kota bernama Ciamis kota. Ciamis merupakan kota yang padat penduduknya, setiap tahun populasi penduduk Ciamis mencapai 1.768.532 jiwa. Salah satu wisata budaya yang disajikan dari kabupaten Ciamis adalah Wayang Ajen. Dalam budaya ini, Wayang Ajen mengkolaborasikan antara wayang golek, multimedia dan komposisi musik dan seni lainnya. Lakon dari tradisi Wayang Ajen ini juga memberikan nilai spiritual yang dapat menyentuh hati nurani para penontonnya. [3]
Budaya dan tradisi Ciamis mempunyai segudang daya tarik. Sebagian dari budaya Ciamis telah dimusiumkan melalui bentuk wisata, contohnya seperti wisata Situ Lengkong yang terdapat di daerah Panjalu, Ciung Wanara di desa Karangkamulyan, Kampung Kuta di daerah Tambaksari. Munculnya wisata- wisata tersebut adalah hasil dari budaya dan tradisi pada masa kerajaan- kerajaan di masa lampau. Curug Tujuh Cibolang, Pantai Batu Karas, Pantai Batu Hiu, dan lain sebagainya juga menjadi bagian keindahan disamping budaya tradisi yang ada di daerah Ciamis.

Selain tempat wisata, adapula jenis- jenis makanan sunda yang bernilai keislaman, yang diantaranya adalah :
1.      Apem
Makanan ini terbuat daribahan dasar tepung beras, tape singkong atau tape nasi. Makanan ini diambil dari bahasa Arab, yaitu afwan yang berarti maaf yang bertujuan agar para peminatnya selalu ingat dengan tradisi maaf dan mudah memaafkan kesalahan orang lain.
2.      Mustopa
Mustopa adalah sambal goreng kentang yang diolah menggunakan bumbu racikan khas Ciamis. Nama ini diambil dari sebutan Rasulullah yaitu Nabi Muhammad S.A.W untuk mengenang ajarannya yang menunjukan kepada jalan yang benar.[4]
3.      Nasi tumpeng dan leupeut dalam Metik
Metik dalam bahasa Sunda diambil dari kata memetik. Maksudnya adalah memetik buah kopi yang dipanen. Dalam tradisi ini orang yang tertua dalam keluarga memimpin doa agar hasil panen berikutnya lebih baik dari sebelumnya. Tradisi ini ditutup dengan makan nasi tumpeng bersama dengan maksud berbagi agar meumbuhkan sifat dermawan dan untuk mempererat tali persaudaraan. Adapula beberapa makanan lain seperti leupeut yang diambil dari bahasa Sunda yaitu lepat yang berarti salah, maksudnya adalah agar selalu mensucikan diri dari kesalahan.[5]
4.       Bubur merah dan bubur putih
Bubur bereum (merah) dan bubur bodas (putih), biasanya dihidangkan dalam acara- acara tertentu. Misalnya ketika pemberian nama bayi atau mengganti nama seseorang, perayaan 10 Muharram, ataupun ketika mendirikan rumah.
Dalam acara pemberian nama bayi, kedua bubur ini menjadi simbolik agar sang bayi memiliki keseimbangan dengan warna merah yang berarti keberanian (dalam menyatakan kebenaran) dan warna putih yang berarti kesucian (melaksanakan pernikahan kelak dengan benar dan mencintai orang- orang yang lemah.
Dalam memperingati hari Assyura (10 Muharram), kedua bubur ini sebagai bukti napak tilas dari peristiwa wafatnya Sayyidina Husein (cucu Nabi Muhammad) di Padang Karbala. Warna merah pada bubur melambangkan keberanian dan darah perjuangannya, dan warna putih melambangkan kesucian dan kebenaran dalam membela kebenaran.
Selain itu, ketika membangun rumah dalam tradisinya masyarakat Sunda kerap membagikan bubur merah dan putih dalam tetangga sebagai rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang dikaruniai berupa kemampuan untuk mendirikan rumah. Warna merah menyimbolkan pendidikan pada tanah air (merah berarti tanah, dan putih berarti air). Maksudnya disini adalah melakukan pembelaan pada tanah air.[6]
Di daerah Ciamis, Jawa Barat kaya akan budaya dan tradisi beragam upacara adat, mulai dari seseorang masih dalam kandungan hingga setelah kematian. Tradisi upacara tersebut dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu:
1.      Upacara adat sebelum lahir, yang meliputi upacara Hajat, Tingkeban, dan Hajat bubur lolos.
2.      Upacara adat selama hidup, yang meliputi upacara Kelahiran, Mahinum (40 hari usia bayi), Khitanan, Bancakan, Pertunangan, dan Perkawinan.
3.      Upacara kematian, yang meliputi upacara Nyusur Tanah, Tiluna, Tujuhna, Matang Puluh, Natus, Mendak Taun, dan Newu.[7]

Dalam bahasa Sunda banyak diambil cerita- cerita Islam yang disalurkan mealui seni pantun (wawacan) dan wayang golek. Dalam seni wayang golek biasanya diisi dengan cerita pantun , yang mana diambil dari cerita pahlawan atau tokoh-tooh nenek moyang Sunda. Pantun sunda atau wawacan ini adalah sebuah cerita yang berbentuk puisi dan biasanya dibacanya dalam bentuk nyanyian. Wawacan yang paling terkenal adalah wawacan Rengganis dan wawacan Purnama Alam. Bahasa Sunda adalah identitas kesundaan, dan cirri kepribadian orang Sunda yang lain adalah bahwa mereka sangat mencintai dan menghayati keseniannya. Dari bahasa dan keseniannya, dan dari sifat kesehariannya orang Sunda dikenal dengan tipe orang yang optimis, suka dan mudah bergembira, dan memiliki sifat terbuka.[8]
Diantara kesenian dan budaya dari Ciamis yang lain adalah :
1.                Alat musik angklung
 Angklung merupakan sebuah alat music tradisiobal yang terbuat dari bambu. Angklung yang tertua bernama angklung gubrag, yang dibuat di daerah Bogor. Angklung terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah angklung kanekes, angklung dodog lonjor, dan angklung gubrag. Biasanya permainan alat musik angklung ini dipakai ketika para petani menanam pagi sebagai bentuk usaha dan berserah diri atas padi nya kepada-Nya.
2.                Pertunjukkan Buncis
Buncis merupakan seni pertunjukan yang bersifat hiburan. Hampir sama dengan angklung, pertunjukan ini diadakan ketika menanam padi. Hiburan ini sebagai bentuk hiburan setelah ditiadakannya ritual padi pada zaman dahulu untuk mempererat silaturahmi antar petani.
3.                Wayang Golek
Wayang golek adalah boneka kayu yang dimainkan berdasarkan karakter tertentu  dalam suatu cerita pewayangan yang di dalamya terdapat unsure- unsure dakwah atau kisah tokoh- tokoh nenek moyang sunda yang dapat diteladani. Lazimnya wayang golek digelar dari malam sampai dini akhir.
4.                Seni Tari
Salah satu seni tari di kabupaten Ciamis, Jawa Barat adalah tari jaipong. Tari ini merupakan identitas daerah yang digunakan untuk menghibur tamu asing yang dating sebagai bentuk penyambutan. Tari ini memberi nilai keagamaan diantaranya adalah memuliakan tamu dengan memberikan suatu hiburan yang baik.
5.                Seni Bela Diri
Kesenian bela diri ini lebih dikenal dengan sebutan Tarung Drajat. Olah raga ini diciptakan oleh putra bangsa Indonesia, yaitu Sang Guru, nama aslinya adalah Drs.H. Ahmad Drajat. Latar belakang seni ini diambil dari pengalaman hidup Sang Guru. Sejak kecil ia sering terlibat aksi kekerasan fisik, penganiayaan, pemerasan, perkelahian dan penghinaan. Oleh sebab itulah, Sang Guru berlatih untuk membela diri dan menyalurkan ilmunya pada masyarakat sekitar.[9]
B.3. Akulturasi Islam dalam Tradisi Upacara Ekah di Ciamis
Upacara Ekah di Ciamis adalah upacara sebagai bentuk rasa syukur kedua orangtua atas putra dan putri yang dikaruniai oleh Tuhan dan sebagai harapan agar kelak anak itu dapat menjadi anak shaleh dan dapat menolong kedua orang tuanya di alam akhirat. Namun di daerah Kuningan acara ini lebih dikenal dengan acara muputan. Sebenarnya kata ekah berasal dari kata Aqiqah yang diambil dari bahasa Arab, yaitu “syaqiq atau syaqiqoh” yang artinya adalah anak kandung. Dalam acara ini, pihak yang dikaruniai anak harus berkurban dengan menyembih dua ekor domba (jika ank laki- laki) dan seekor domba (jika anak perempuan), kemudian daging domba tersebut dibagi pada tetangga dan masyarakat sekitar.[10]
Menurut salah satu warga Ciejeungjing di Kabupaten Ciamis, Uus Usman, acara ini diselenggarakan setelah bayi berusia 7 hari atau boleh lebih (lebih diutamakan ketika keluarga besar sang bayi berkumpul). Tradisi upacara Ekah ini berlangsung biasanya di halaman rumah sang ibu bayi, tujuannya adalah untuk membersihkan alat kelamin sang ibu dan menjaga kesehatannya setelah persalinan. Urutan atau system dari tradisi ini adalah:
1.      Pembuatan tungku atau hawu (sejenis kompor dari bata yang disusun) kemudian ditengahnya diberi beberapa bambu yang dibakar.
2.      Setelah batu bata terbakar dan berasap, batu tersebut dimasukkan ke dalam baskom yang berisi air.
3.      Kemudian sang ibu berdiri dengan menggunakan sarung agar asap dari batu bata yang dimasukkan ke dalam baskom yang berisi air tersebut masuk ke sarung yang dipakainya. Asap tersebut dapat membersihkan dan menjaga kesehatan alat kelamin sang ibu setelah persalinan.
Tradisi upacara Ekah ini berlangsung biasanya di halaman rumah sang ibu bayi, tujuannya adalah untuk membersihkan alat kelamin sang ibu dan menjaga kesehatannya setelah persalinan. Dari tradisi upacara Islam ini terdapat nilai keislamannya, yaitu untuk menjaga kebersihan diri sendiri, karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Dengan kebersihan maka diri akan lebih terasa nyaman.
C.    Kesimpulan
Ciamis tak terlepas dari perkembangan Islam pada zaman dahulu, jadi tak heran jika banyak budaya dan tradisi yang sangat relevan dengan agama Islam. Keindahan dan keunikan berbagai budaya dan tradisi tersebut menjadi substansi dan sumbangsi bagi Indonesia. Salah satu gelombang reformasi Islam dengan lahirnya Persis di Bandung berkembang cukup baik. Adanya akulturasi kebudayaan sangat memberikan implikasi yang besar pada masyarakat Ciamis yang awalnya dalam kepercayaan Hindu dan Budha. Dari bahasa dan keseniannya, dan dari sifat kesehariannya orang Sunda dikenal dengan tipe orang yang optimis, suka dan mudah bergembira, serta memiliki sifat terbuka. Dipadukan dengan budaya, tradisi dan keislaman yang diestafetkan dari para leluhur yang sangat berpengaruh pada penyebaran agama Islam akan menjadikan agam Islam lebih mendunia.


[1] A.Surjadi, Mayarakat Sunda dan Budaya Problema, (Bandung: PT.Alumni, 2010), hlm.143-144
[2] Ibid hlm.150-151
[3] http://www.liputan6.com
[4] Masduki, Aam, Makanan Tradisional di Kabupaten Ciamis,( Patanjala Vol.4 No.2, 2012), hlm.90 dan 92
[5] http://www.bangkuliah.com
[6] http://www.dadanrusmana.com
[7] Ibid hlm.192
[8]Dr. Koentjaraningrat, Manusia dan Kebudayaan di Indonesia,  ( Jakarta: Djambatan, 2004), hlm.309
[9] http://www.tribunnews.com
[10] http://www.tribunnews.com
Read more...

Jogjaku Istimewa

Jogjaku Istimewa Jogja? Ya, Kota Jogja atau Kota Yogyakarta sudah tak asing lagi di telinga kita. Di sinilah kami berjuang bersam...