Dua tangkup semangat, sepotong kesabaran, tiga helai motivasi, satu siung niat memaafkan, dua sendok makan kerendahan untuk hati, dan taburan saus kasih sayang. Cemilan ringan, namun padat gizi untuk jiwa. Dambaan setiap kaum Adam dan Hawa. Racikan kisah- kisah kehidupan penuh hikmah tentang cinta, kasih sayang, dan semangat pantang menyerah. Metamorfosis hidup, tak dapat dipungkiri. Enzim- enzim pengubah jati diri membuatku kokoh dari terpaan hawa nafsu. Puing- puing puzzle perjuangan pun ku coba satukan. Lilin perdamaian menyinari hati yang tara. ”Hanya senyuman dan bahagiamulah yang membuatku tak gelisah ketika aku terlihat lemah dihadapanmu”...
Mengarungi lautan kehidupan, hamparan pasir, kerikil, ombak, palung pun harus aku lalui. Optimis dalam menghadapi tantangan. Terkadang langkah suciku di kampung nan damai ini membuatku jera dan jengkel atas kerasnya hidup. Namun itu yang menjadikanku tegar dalam naungan-Mu ya Rabb, membangun benteng dalam ragaku. Roda berputar begitu cepat, tak terasa roller kehidupanku harus digulung, berakhirnya drama yang indah ini. Aku hanyalah seorang peminta ilmu.
Sejatinya, tak layak bagiku tuk memaksa mereka memberiku, tapi halnya fenomena itu terjadi. Tanpa paksaan pun, “sentuhan dan kasih sayang” telah menjadi pewarna dalam alunan symphony hidupku. Merubahku tuk mencari jati diri ini dalam permadani hidupku.
Ukiran gurau, bak air mata, tawa, canda telah di save oleh Sang Khaliq, hanya tangan kita yang mengarahkan panah itu pada jalan yang benar, agar jari- jari lentik tak salah mengarahkan dan menyentuh keyboard akhlaq kepribadian, dan butuh konsentrasi penuh agar hati tak membutakan mata dalam memandang monitor masa depan.
Kelam malam menjemput kilaunya bintang dan rembulan.Entah apa yang harus jasad ini lakukan, dara- dara kecil itu membawaku teringat pada memori masa laluku. Sejatinya, ini bukanlah sesuatu yang memberi dan menggores tinta hitam pada lembaran kronologi hidupku. Tapi faktanya, aku termengu mengingat itu. Berawal dari pengalaman yang belum pernah aku pijaki.
Ananda memang bukanlah orang hebat, bukanlah mentari yang memberi kehangatan, bukan rembulan ataupun bintang kejora, ananda kan mencoba menjadi kupu- kupu yang menjadikan suasana menawan. Ribuan helai daun harapanku gugur, tapi jutaan akar semangatku kunjung semi.
Terimakasih Rabbii... berkahilah Bunda atas Karunia-Mu...
0 komentar:
Posting Komentar